Demo Papua Merdeka di London, Hanya untuk Wisatawan

Jayapura, 9 Mei 2008 16:20
Mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicholas Messed menilai, aksi demo damai Papua Merdeka di depan gedung KBRI London, Inggris, hanya untu menarik perhatian wisatawan. Mereka tak perlu lagi datang ke Papua, untuk melihat dari dekat orang Papua berpakaian tradisional.

Menurut Messed, yang sudah secara resmi kembali ke Republik Indonesia, Jumat di Papua, aksi demonstrasi di depan gedung KBRI London dengan pemeran utama Benny Wenda yang mengenakan pakaian tradisional orang asli Papua itu merupakan sebuah atraksi seni, sehingga tak perlu ditanggapi secara politis, melainkan dipandang dari sisi seni berbusana tradisional.

“Jika pendemonya meneriakkan kemerdekaan Papua maka hal itu tidak perlu digubris,” katanya.

Messed, yang pernah menjadi warga negara Swedia itu, mengajak Benny Wenda agar tak perlu mencari sensai politik di luar negeri, melainkan kembali saja ke Papua, tanah kelahirannya sendiri untuk bersama-sama dengan saudara-saudaranya di sini membangun Papua Baru yang lebih adil, damai dan sejahtera.

Dia mengingatkan Benny Wenda agar menyadari dirinya yang saat ini sedang dimanfaatkan oleh LSM tertentu untuk kepentingan LSM itu sendiri yang ujung-ujungnya adalah menarik simpatik guna mendatangkan uang sebanyak-banyaknya demi suksesnya agenda politik LSM tersebut.

“Patut dicatat bahwa apa yang dilakukan Benny Wenda di depan gedung KBRI pada 1 Mei lalu tidak sedikitpun mempengaruhi sikap resmi Pemerintah Inggris tehadap keberadaan Papua di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah Inggris telah secara resmi dan konsisten mengakui Papua sebagai bagian integral dari NKRI,” tegasnya.

Menurut Messed, apa yang dilakukan Benny Wenda bersama rekan-rekannya itu hanyalah membuang waktu dan energi. Jauh lebih baik dia kembali ke Papua untuk membangun tanah Papua ini. “Saya sudah punya pengalaman puluhan tahun berjuang di luar negeri untuk kemerdekaan Papua namun semua perjuangan itu sia-sia belaka, malahan menyengsarakan diri sendiri dan merugikan sesama masyarakat di tanah Papua,” katanya.

Kesadaran yang mendalam akan kesia-siaan memperjuangkan kemerdekaan Papua itulah maka pada akhirnya dirinya memutuskan untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi Indonesia khususnya pulang ke provinsi tertimur dari kepulauan Nusantara ini yaitu tanah Papua yang indah-permai, subur serta kaya akan potensi laut, hutan dan potensi tambang di perut bumi Cenderawasih ini.

“Baik atau tidak baik, tanahku Papua lebih baik. Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baiklah di negeri sendiri,” katanya dengan nada puitis.

Messed mengatakan, ketika berunjuk rasa damai di depan gedung KBRI London itu, Benny Wenda mengenakan topi tradisional khas Papua dengan wajah yang dicoreng warna putih bagaikan seorang kepala suku di tanah Papua.

“Apa yang dilakukannya sangat menarik karena atraksi itu merupakan tampilan seni tradisional Papua yang menarik perhatian kaum wisatawan di Inggris. Baiklah aksi itu dipandang sebagai sebuah atraksi seni tradisional yang patut dilestarikan seperti halnya pemerintah dan masyarakat Papua di tanah Papua ini sedang melestarikan berbagai potensi seni dan budaya asli Papua,” katanya.

Sebuah tontonan gratis di bidang seni tradisional Papua sudah diperlihatkan Benny Wenda dan rekan-rekannya. Itu saja yang dipahami ketimbang mendiskusikan hal itu dari sudut pandang politik yang hanya membuang waktu dan energi saja.

Demo damai yang dilakukan anggota Gerakan Papua Merdeka sudah sering dilakukan dan hal itu lumrah di sebuah negara yakni Inggris yang menjunjung hak asasi manusia dan demokrasi. [TMA, Ant]

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s